Biosfer Gorontalo
Senin, 02 September 2019
Rabu, 23 Mei 2018
ETILEN ( HORMON PERTUMBUHAN TUMBUHAN)
Etilen merupakan hormon tumbuh yang diproduksi dari hasil metabolisme normal dalam tanaman. Etilen berperan dalam pematangan buah dan kerontokan daun. Etilen memiliki struktur yang
cukup sederhana dan diproduksi dari hasil
metabolisme normal dalam tanaman. Etilen berperan dalam pematangan buah dan kerontokan
daun. Etilen sering dimanfaatkan oleh para distributor dan importir buah.
Buah dikemas dalam bentuk belum masak saat diangkut pedagang buah.
Setelah sampai untuk diperdagangkan, buah tersebut diberikan etilen
(diperam) sehingga cepat masak. Dalam pematangan buah, etilen bekerja dengan cara
memecahkan klorofil pada buah muda,sehingga buah hanya memiliki xantofil dan
karoten. Dengan demikian, warna buah menjadi jingga atau merah (Kusumo, 1990).
Etilen yang
diproduksi oleh setiap buah memberi efek komulatif dan merangsang buah lain
untuk matang lebih cepat. Buah berdasarkan
kandungan amilumnya, dibedakan menjadi buah klimaterik dan buah nonklimaterik.
Buah klimaterik adalah buah yang banyak mengandung amilum, seperti pisang,
mangga, apel dan alpokat yang dapat dipacu kematangannya dengan etilen. Etilen
endogen yang dihasilkan oleh buah yang telah matang dengan sendirinya dapat
memacu pematangan pada sekumpulan buah yang diperam. Buah nonklimaterik adalah
buah yang kandungan amilumnya sedikit, seperti jeruk, anggur, semangka dan
nanas. Pemberian etilen pada jenis buah ini dapat memacu laju respirasi, tetapi
tidak dapat memacu produksi etilen endogen dan pematangan buah.
Proses Klimaterik dan pematangan buah disebabkan adanya perubahan kimia yaitu
adanya aktivitas enzim piruvat dekanoksilase yang menyebabkan keanaikan jumlah
asetaldehid dan etanol sehingga produksi CO2 meningkat. Etilen yang
dihasilkan pada pematangan mangga akan meningkatkan proses respirasinya. Tahap
dimana mangga masih dalam kondisi baik yaitu jika sebagian isi sel terdiri dari
vakuola.
Perubahan
fisiologi yang terjadi selama proses
pematangan adalah terjadinya proses respirasi kliamterik, dalam proses
pematangan oleh etilen mempengaruhi respirasi klimaterik melalui dua cara, yaitu
(Abidin,
1985):
1.
Etilen
mempengaruhi permeabilitas membran, sehingga permeabilitas sel menjadi besar,
hal tersebut mengakibatkan proses pelunakan sehingga metabolisme respirasi
dipercepat.
2.
Selama
klimaterik, kandungan protein meningkat dan diduga etilen lebih merangsang
sintesis protein pada saat itu. Protein yang terbentuk akan terlihat dalam
proses pematangan dan proses klimaterik mengalami peningkatan enzim-enzim
respirasi.
REFERENSI
Abidin,
Z.1985.Dasar-Dasar Pengetahuan Tentang
Zat Pengatur Tumbuh.Bandung : Angkasa.
Kusumo, S.1990.Zat
Pengatur Tumbuhan Tanaman. Jakarta : Yasaguna.
HORMON PERTUMBUHAN TUMBUHAN ( AUKSIN )
Hormon
merupakan salah satu sinyal yang di hasilkan dalam jumlah kecil oleh salah satu
tubuh organisme kemudiaan ditranspor ke bagian-bagian lain yang membutuhkan
yaitu tempat hormon berkaitan ke suatau reseptor spesifik dan memicu terjadinya
respon-respon di dalam sel dan
jaringan-jaringan target (Opik et al, 2005).
Secara
umum hormone pada tumbuhan diklasifikasikan menjadi 5 kelompok hormone
pertumbuhan yang paling berpengaruh yaitu hormon auksin, ABA, etilen, giberelin
dan sitokinin. Kelima hormone tersebut memiliki fungsinya masing-masing dalam
pertumbuhan dan perkembangan tanaman, seperti auksin yang berperan dalam
merangsang pemanjangan batang, sitokinin yang berperan dalam meregulasi
pembelahan sel pada tunas dan akar serta fungsi lainnya pada masing-masing
(Campbell et al, 2008).
Auksin
merupakan hormone pertumbuhan tanaman yang pertama kali ditemukan, dimana
hormone ini berperan dalam proses pemanjangan beberapa organ tumbuhan sebagai
respon adanya ekspansi atau peluasan sel (Opik et al, 2005). Auksin alamiah
yang ditemukan pada tumbuhan berupa asam indolasetat atau indolasetic acid (IAA)
(Shahab et al, 2009). IAA merupakan salah satu hormone auksin yang paling
aktif, dimana hormone ini dihasilkan dari metabolisme atau sisntesis
L-Tryptophan (Shahab et al, 2009). Salah satu fungsi utama auksin adalah untuk
merangsang pemanjangan sel dalam tunas-tunas muda yang sedang berkembang.
Auksin paling banyak di ekspresikan di meristem apical. Auksin berperan dalam
proses perkembangan tumbuhan pada tahapan lebih lanjut serta dapat mengubah
ekspresi gen dengan cepat sehingga menyebabkan sel-sel di daerah pemanjangan
menghasilkan protein-protein baru dalam waktu singkat (Verheye, 2010).
Auksin alami yakni
tanaman yang dapat memproduksi sendiri hormone auksin endogen. Auksin
diproduksi dalam jaringan meristematik (yaitu tunas, daun muda dan buah). Auksin
merupakan salalag satu zat pengatur tumbuhan tanaman, contohnya hormon IAA dan
IBA dan Zat pengatur tubuh tanaman merupakan susunan organic berbeda dengan
nutrient, dimana hormone dihasilkan oleh tanaman dalam konsentrasi yang bisa
mengatur proses fisiologi tanaman yang aktifitasnya dapat merangsang atau
mendorong pengembangan sel, auksin sudah tersedia secara alami pada tumbuhan
(Patma dkk, 2013). Auksin sintetik yakni hormone yang berasal dari luar tubuh
tumbuhan (auksin eksogen) yakni buatan manusia. Salah satu jenis auksin
sintetik yang dijual di pasaran adalah atonik.
REFERENSI
Campbell,
N.A., Reece,J. B., Uny, L. A., Cain, M L., Wasseman, S.A., Minorsky, P. V., and
Jackson, R. B. 2008. Biologi Jilid 2. Jakarta: Erlangga.
Opik,
H., Rolfe, A. R. 2005. The Physiology of Flowering Plants 4th ed. UK
: Cambridge University Press.
Patama,
U., Lollie A.P.P.,Luthfi A.M.S.2013.
Respon Media Tanam dan Pemberian Auksin Asam Asetat Naftalen pada Pembibitan
Aren (Arenga piƱata Mer) Jurnal Online Agroteknologi 1(2): 286-295.
Sahahab,
S., Ahmed, N., Khan, N.S. 2009. Indol acetic acid production an enhanced Plant
Growth promotion by indigenous PSBs. African Journal of Agricultural Research
4(11) : 1312-1316.
Verheye,
W.H. 2010. Soils, Plants Growth Crop
Production. UK. Eols Pulishers Co, Ltd.
Selasa, 15 Mei 2018
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN
Pengembangan
Perangkat Pembelajaran
A. Pengertian
Pengembangan
Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa (2007), menyatakan
bahwa: dalam kamus bahasa Indonesia pengembangan secara etimologi yang berarti
proses/cara, perbuatan mengembangkan. Secara istilah, pengembangan merupakan
suatu kegiatan yang dapat menghasilkan alat atau cara yang baru.
Pengertian pengembangan sebagaimana yang diungkapkan
diatas, berlaku juga dalam bidang kajian kurikulum. Alasan yang paling mendasar
mengapa perlu mengembangkan kurikulum adalah adanya perkembangan dan pengaruh
positif yang datangnya dari luar atau dari dalam dengan harapan peserta didik
dapat menghadapi masa depannya dengan baik.
B. Pengembangan
Perangkat Pengembangan
Pengembangan perangkat pembelajaran memuat
langkah-langkah yang harus diikuti dalam pengembangan perangkat. Model pengembangan perangkat ini
disarankan oleh Thiagarajan, Semmel
(1974) dalam Robert (1981). Model terdiri dari 4 tahap pengembangan yaitu
(1) Define, (2) Design, (3) Develop, (4) Disseminate atau diadaptasikan menjadi
4-P, yaitu Pendefinisian, Perancangan, Pengembangan, dan Penyebaran.
1.
Tahap Pendefinisian (define). tahap ini bertujuan untuk
menetapkan dan mendefinisikan syarat-syarat pembelajaran yang di awali dengan
analisis tujuan dari batasan materi yang dikembangkan. Tahap Ini meliputi 5
langkah, yaitu: (1) Analisis Ujung Depan, (2) Analisis siswa, (3) Analisis
tugas, (analisis konsep), dan (5) perumusan tujuan pembelajaran.
2.
Tahap Perancangan (design), tahap ini terdiri dari 4 langkah, yaitu (1) penyusunan
teks. Hal ini merupakan awal tahapan yang menghubungkan tahap design dan tahap define. (2) Media yang sesuai dengan
tujuan dalam hal menyampaikan materi. (3) Pemilihan format. Pemilihan format
ini dilakukan dalam mengkaji format perangkat yang sudah ada. (4) Rancangan
awal perangkat.
3.
Tahap Pengembangan (develop). Pada tahap ini tujuannya adalah untuk menghasilkan
perangkat pembelajaraan yang sudah direvisi berdasarkan masukan dari pakar.
Tahap ini meliputi: validasi perangkat oleh pakar termasuk revisi, (2)
simulasi, (3) uji coba terbatas, (4) uji coba lebih lanjut. Penelitian ini
hanya sampai pada tahap pengembangan.
4.
Tahap Penyebaran (dissaminate), pada tahap ini tujuannya untuk menguji efektifitas
penggunaan perangkat didalam kegiatan belajar mengajar. Tahap ini merupakan
tahap penggunaan perangkat yang telah dikembangkan pada skala yang lebih luas,
misalnya dikelas lain, disekolah lain oleh guru lain.
Kamis, 10 Mei 2018
Definisi Pembelajaran
Belajar sangat penting bagi kehidupan
manusia. Manusia membutuhkan waktu yang lama untuk belajar sehingga menjadi
manusia dewasa. Manusia pada dasarnya selalu dan senantiasa belajar
bagaimanapun dan dimanapun ia berada. Sebagai landasan penguraian mengenai apa
yang dimaksud dengan belajar, terlebih dahulu akan dikemukakan beberapa
definisi belajar dari para ahli berikut ini (Purwanto, 1998:84)
a)
Hilgard dan Bower
Dalam buku Theories of Learning
(1975) mengemukakan bahwa: ”Belajar berhubungan dengan perubahan tingkah laku
seseorang terhadap sesuatu situasi tertentu yang disebabkan oleh pengalamannya
yang berulang-ulang dalam situasi itu, dimana perubahan tingkah laku itu tidak
dapat dijelaskan atau dasar kecenderungan respon pembawaan, kematangan, atau
keadaan-keadaan sesaat seseorang (misalnya kelelahan, pengaruh obat, dan
sebagainya).”
b)
Gagne
Dalam buku The Conditions of
Learning (1977) menyatakan bahwa: ”Belajar terjadi apabila suatu situasi stimulus
bersama dengan isi ingatan mempengaruhi siswa sedemikian rupa sehingga
perbuatannya (performance-nya) berubah dari waktu sebelum ia mengalami situasi
itu ke waktu sesudah ia mengalami situasi tadi.”
c)
Morgan
Dalam buku Introduction to
Psychology (1978) mengemukakan bahwa: ”Belajar adalah setiap perubahan yang
relatif menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari
latihan atau pengalaman.”
d) Witherington
Dalam buku Educational Psychology
mengemukakan bahwa : Belajar adalah suatu perubahan di dalam kepribadian yang
menyatakan diri sebagai suatu pola baru dari pada reaksi yang berupa kecakapan,
sikap, kebiasaan, kepandaian, atau suatu pengertian.”
Dari beberapa definisi tentang belajar
yang telah dikemukakan para ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam
kegiatan belajar selalu menghasilkan suatu perubahan pada diri orang yang
belajar. Proses yang terjadi dalam kegiatan belajar adalah pencarian pengalaman
atau pengetahuan. Pengetahuan disini dapat diperoleh secara langsung maupun
tidak langsung. Pengetahuan yang secara langsung didapatkan misalnya dengan
melihat, mendengar, merencanakan suatu kegiatan, melaksanakan, dan menemukan
suatu fakta. Sedangkan pengetahuan yang diperoleh secara tidak langsung yaitu
misalnya dengan membaca, melihat, mendengar, dan sebagainya yang diperoleh dari
sumber kedua.
Belajar dan mengajar merupakan dua
konsep yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Belajar menunjuk pada apa
yang harus dilakukan seseorang sebagai subjek yang menerima pelajaran (sasaran
didik), sedangkan mengajar menunjuk pada apa yang harus dilakukan oleh guru
sebagai pengajar. Dua konsep tersebut menjadi terpadu dalam suatu kegiatan manakala
terjadi interaksi guru dengan siswa dan siswa dengan siswa pada saat pengajaran
itu berlangsung. Inilah makna belajar dan mengajar sebagai suatu proses.
Interaksi antara guru dengan siswa
sebagai makna utama proses pembelajaran memegang peranan penting untuk mencapai
tujuan pembelajaran yang efektif. Mengingat kedudukan siswa sebagai subjek dan
sekaligus juga sebagai objek dalam pembelajaran, maka inti proses pembelajaran
adalah kegiatan belajar siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran. Inilah
hakekat belajar, sebagai inti proses pembelajaran. Dalam proses pembelajaran
yang menjadi persoalan utama adalah adanya proses belajar pada siswa yakni
proses berubahnya tingkah laku siswa melalui berbagai pengalaman yang
diperolehnya (Sudjana,
2009:28-28).
Seorang guru biologi perlu menguasai pengetahuan, cara kerja dan keterampilan dalam bidangnya. Guru biologi di SMA perlu menguasai biologi secara mendalam, metode-metode biologi, dan keterampilan-keterampilan dasar biologi. Biologi merupakan ilmu yang sudah cukup tua, karena sebagian besar berasal dari keingintahuan manusia tentang dirinya, lingkungannya, dan tentang kelangsungan hidup jenisnya. Biologi dimasukkan ke dalam ilmu-ilmu yang mengkaji tentang manusia. Namun, biologi juga termasuk ilmu-ilmu yang mengkaji tentang alam seperti halnya dengan astronomi, geologi, fisika dan kimia. Uniknya, biologi terlibat dalam kedua kelompok studi yang berbeda tersebut (Rustaman, 2003:13-15)
Biologi memiliki ciri yang khas dalam
berpikirnya. Misalnya dalam mempelajari fisiologi, siswa diminta mengembangkan
cara berpikir sibernetik, dalam mempelajari taksonomi dikembangkan keterampilan
berpikir logis melalui klasifikasi, dan dalam mempelajari genetika perlu
dikembangkan cara berpikir probabilitas. Selain itu, dalam biologi terdapat
banyak istilah latin. Istilah latin tersebut merupakan sebuah konsep yang telah
disepakati oleh para biologiwan, dan dapat dikembangkan atau dikombinasikan
dengan membentuk pengertian yang lebih kompleks atau lebih spesifik (Rustaman, 2003:14)
Biologi sebagai salah satu bidang IPA menyediakan berbagai
pengalaman untuk memahami konsep dan proses sains. Keterampilan proses ini
meliputi keterampilan mengamati, mengajukan hipotesis, menggunakan alat dan
bahan secara baik dan selalu mempertimbangkan keamanan dan keselamatan kerja,
mengajukan pertanyaan, membuat hipotesis, menggolongkan dan menafsirkan data,
serta mengkomunikasikan hasil temuan secara lisan atau tulisan, menggali dan
memilah informasi faktual dan relevan untuk menguji gagasan-gagasan atau
memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari.
Kamis, 12 April 2018
Gulma Siam ( Chromolaena odorata )
Gulma Siam merupakan tumbuhan yang
penyebarannya sangat luas dan biasanya hidup di dataran tinggi. Gulma siam yang
juga biasa dikenal dengan krinyuh atau gulma putihan merupakan jenis gulma yang
sangat sulit untuk dikendalikan dan menjadi permasalahan di berbagai lahan
pertanian dan perkebunan. Bertolak belakang dengan peranannya sebagai gulma,
ternyata gulma siam memiliki potensi untuk dimanfaatkan. Beberapa laporan menyebutkan bahwa Ekstrak
gulma siam dapat digunakan untuk mengendalikan beberapa jenis hama (Thoden,
2007).
Salah
satu alternatif sebagai sumber bahan organik yang potensial adalah gulma siam (Chromolaena
odorata). Tumbuhan ini sangat cepat tumbuh dan berkembang biak. Karena
cepatnya perkembangbiakan dan pertumbuhannya, gulma ini cepat juga membentuk
komunitas yang rapat sehingga dapat menghalangi tumbuhnya tumbuhan lain melalui
persaingan. Gulma siam dapat tumbuh pada ketinggian 1000 – 2800 m dpl, tetapi
di Indonesia banyak ditemukan di dataran rendah (0 – 500 m dpl) seperti di
perkebunan-perkebunan karet dan kelapa serta di padang-padang penggembalaan.
Referensi
Thoden,
T., Bophre, M., Halman, J. 2007. Pyrrolizidine Alkaloids of Chromolaena
odoarata act as Nematycidal agents and reduce infection of lettuce roots of
Meloidygne incognita. Nematology
Vol.9(3), 343-349. Germany.
Langganan:
Komentar (Atom)
